Rabu, 16 November 2016

manfaat daun sirih

Banyak sekali manfaat dari tanaman hijau yang menjalar dan masuk dalam keluarga piperaceae ini. Beberapa manfaat daun sirih beserta cara membuatnya:
1). Mengobati penyakit asma
Caranya, siapkan 4-5 daun sirih, rebus daun tersebut dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas saja. Minum rebusan tersebut dengan rutin setidaknya 2-3 gelas sehari.
2). Menyembuhkan radang tenggorokkan
Rebus 4-5 daun sirih dalam 2 gelas air sampai tersisa setengahnya. Minum rebusan tersebut secara rutin 2-3 gelas sehari.
3). Mengobati batuk
Manfaat daun sirih lainnya adalah untuk mengobati batuk. Rebuslah 5 daun sirih merah dalam 300 ml air, minum rebusannya 2 kali setiap hari secara teratur.
4). Mengobati penyakit Bronchitis
Untuk mengobati penyakit ini, yang Anda butuhkan adalah 6–10 daun sirih yang direbus dengan 300 ml air hingga tersisa setengahnya saja. Minum rebusan tersebut 3 kali sehari secara teratur.
5). Obat luka bakar ringan
Caranya, tumbuk 3-5 lembar daun sirih merah dengan 2 sendok teh madu. Oleskan pada luka sehari dua kali.
6). Mengobati demam berdarah
Rebus 5-6 daun sirih dalam 2 gelas air sampai tersisa setengahnya. Minum air rebusan 2 kali sehari secara rutin.
[ Baca juga : 6 Gejala demam berdarah ]
7). Menyembuhkan iritasi dan juga sakit mata
Manfaat daun sirih yang cukup dikenal adalah untuk mengobati iritasi dan sakit mata. Rebus 1-2 lembar daun sirih dalam 1 gelas air, tunggu sampai dingin. Gunakan air rebusan tersebut untuk mengompres atau sebagai obat tetes.
8). Melancarkan haid
Rebus 3 lembar daun sirih, 10 gram mahkota dewa, 15 gram umbi dewa dalam 2 gelas air sampai hanya tersisa 1 gelas saja. Minum rebusan tersebut 2 kali sehari.
9). Mengatasi masalah keputihan
Caranya, rebus 5 -10 daun sirih merah dalam 250 ml air. Setelah dingin, saring airnya, dan gunakan untuk membasuh daerah kewanitaan.
[ Baca juga : Cara mengatasi keputihan ]
10). Menghilangkan bau mulut
Rebus 10-15  daun sirih dalam 4 gelas air sampai tersisa setengahnya. Gunakan untuk berkumur.
[ Baca juga : Cara menghilangkan bau mulut ]
11). Obat penyakit jantung
Salah satu manfaat daun sirih adalah untuk mengobati penyakit jantung. Tumbuk 3 lembar daun sirih, 3 siung bawang merah, 1 sendok makan jintan putih, dan biji kemukus sebanyak 7 pasang, lalu ditambahi dengan sendok makan air panas. Setelah agak dingin, saring. Minum ramuan 2 kali sehari.
[ Baca juga : 6 Gejala penyakit jantung ]
12). Membersihkan kuman dari mulut
Rebus 4-5 lembar daun sirih dengan 4 gelas air. Gunakan air rebusan untuk berkumur terutama setelah makan.
13). Obat gusi berdarah
Rebus 10 lembar daun sirih merah dengan 4 gelas air sampai mendidih. Gunakan air rebusan tersebut untuk berkumur setidaknya 3 kali dalam sehari.
14). Mengobati sakit gusi dan sariawan
Anda cukup mengunyah 1–2 lembar daun sirih merah selama 10 menit, lakukan sebanyak  2 kali sehari.
[ Baca juga : Cara mengobati gusi bengkak ]
15). Menghilangkan bau badan
Rebus 10-15 lembar daun sirih dan 1 sendok teh garam dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas saja. Minum air rebusan 2 kali sehari.
[ Baca juga : Cara menghilangkan bau badan ]
16). Menghilangkan keringat berlebih
Manfaat daun sirih yang lain adalah mampu mengendalikan senyawa kavicol dan estragol pada produksi kelenjar keringat. Caranya, oleskan hasil tumbukan dari 2 lembar daun sirih pada area ketiak secara teratur. Anda juga bisa meminum rebusan air daun sirih sebanyak 2 gelas setiap hari.
17). Obat untuk payuda** yang membengkak
Caranya, ambil beberapa lembar daun sirih, kemudian bakar sampai layu. Lalu, tempelkan pada payuda** yang bengkak saat masih hangat.
18). Mengurangi produksi ASI yang berlebih
Manfaat daun sirih yang lain adalah mengurangi produksi ASI yang berlebih. Caranya, ambil 4 lembar daun sirih yang diolesi minyak kelapa yang dipanggang di atas api, ingat, jangan sampai hangus. Tempelkan di sekitar area payuda** dalam keadaan hangat.
19). Ramuan setelah melahirkan
Rebus 2–5 lembar daun sirih dalam 4 gelas air sampai menyusut setengahnya. Minum rebusan tersebut satu kali setiap hari.
20). Mengobati alergi yang menimbulkan gatal-gatal
Siapkan 6 lembar daun sirih, 1,5 sendok makan minyak kayu putih, dan juga 1 potong jahe. Tumbuk semua bahan, kemudian oleskan pada area yang gatal.
21). Obat asam urat
Caranya rebus 8 lembar daun sirih muda dalam 500 ml air sampai menyisakan 3 gelas saja. Minumlah dengan teratur 75 ml air rebusan 3 kali sehari.
22). Mengobati diare
Caranya, tumbuk halus 4-6 lembar daun sirih, 1 sendok makan minyak kelapa, dan 6 biji lada, kemudian gosokkan pada perut biarkan sampai mengering.
23). Obat mimisan
Untuk mengobati mimisan, cukup dengan menggulung dan memasukkan daun sirih yang layu ke dalam hidung yang mimisan untuk penyumbat pendarahan.
24). Mengobati gigi berlubang
Caranya, rebus selembar daun sirih dengan 2 gelas air sampai mendidih. Gunakan air rebusannya untuk berkumur. Lakukan secara berulang sampai sembuh.
25). Sebagai obat maag
Siapkan 7 lembar daun sirih merah kemudian direbus dan diminum secara teratur 3 kali sehari.
26). Obat radang paru-paru
Caranya, rebus 5 – 7 lembar daun sirih merah tua dalam 500 ml air sampai tersisa setengahnya saja. Minum secara rutin 3 kali sehari.

Manfaat daun sirih untuk kecantikan

Selain manfaatnya dalam bidang kesehatan, daun sirih juga bermanfaat untuk kecantikan. Berikut adalah beberapa manfaat daun sirih terutama untuk kecantikan:
1). Menghaluskan kulit
Caranya, tumbuk 3–5 lembar daun sirih yang dicampur dengan air panas. Gunakan sebagai masker saat sudah hangat, lakukan minimal seminggu sekali.
2). Menghilangkan jerawat
Rebus 10 lembar daun sirih dengan 250 ml air sampai berwarna kecokelatan. Gunakan air rebusan tersebut untuk mengompres wajah setiap hari.
[ Baca juga : Cara menghilangkan jerawat ]
3). Mencegah penuaan dini
Manfaat daun sirih juga bisa digunakan untuk mencegah penuaan dini. Caranya, rebus 6 lembar daun sirih merah, 100 gram kacang hijau, 10 biji kurma, dan 40 gram gingseng talinum dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas saja. Tambahkan 2 sendok makan madu dan jeruk, aduk rata. Minum rebusan tersebut 2 kali sehari dalam 1 kali seminggu sebanyak 1 gelas.
4). Mencegah munculnya jerawat
Caranya, siapkan 10 lembar daun sirih, kemudian rebus dengan 200 ml air. Setelah dingin, saring air rebusan dan gunakan untuk mencuci muka.
Demikian beberapa uraian mengenai manfaat daun sirih bagi kesehatan dan kecantikan. Semoga bermanfaat.
http://manfaatsehat.id/manfaat-daun-sirih/

cara membuat bakso

A. Resep Bakso Sapi Enak

  • 500 gr daging sapi segar tanpa lemak. Untuk mendapatkan ini maka bunda harus hunting sendiri di pasar tradisional, paling bagus kalau masih subuh karena dagingnya baru saja disembelih.
  • 3-5 siung bawang putih, haluskan. Bisa juga lebih banyak.
  • 3 siung bawang putih, yang telah diiris dan digoreng.
  • 150 gr es batu, yang telah dihancur. Tapi kalau tidak punya baiknya pakai air es yang dingin sekali
  • 50 ml putih telur. Kalau di tempat penggilingan ini tidak digunakan. Tapi bila mau menambah cita rasa dan kenyalnya baiknya dipakai saja.
  • 2 sdt garam atau secukupnya
  • 100 gr tepung sagu kering. Bisa juga beli langsung yang kemasan di Minimarket. Dan mengenai ukurannya bunda bisa juga membuatnya lebih banyak atau kurang, tergantung selera sih.
  • 1/2 sdt soda kue (bisa juga baking powder)

Tips bikin bakso enak dan kenyal

  1. Kalau dari mbak Ricke sendiri memberikan saran bahwa kalau mau hasil bakso buatannya kenyal seperti yang dijual di warung bakso pinggir jalan maka usahakan pakai daging segar, tapi saya sendiri pernah praktek hasilnya gak bagus kalau gak pakai bahan khusus, malah kayak ada lendirnya di lapisan luarnya. Nah, dari pada gagal mending niru yang biasa dilakukan di tempat penggilingan daging di pasar yang mana mereka selalu menambahkan bahan poly powder atau istilahnya ‘obat bakso’. Ini adalah bahan sejenis STP atau Sodium Tripoly Phospat. Dari segi harga katanya lebih murah dibanding bahan lain. Dari segi keamanan, menggunakan poly powder jauh lebih baik dari pada bahan lain karena ia sudah termasuk dalam bahan yang ‘food grade’ atau masuk dalam standar bahan yang cocok untuk makanan. Berbeda dengan yang ‘non-food grade’ seperti boraks yang sejatinya bukan untuk makanan.
  2. Jika kamu merasa terlalu ribet jika semua bahannya disiapkan sendiri maka bisa memilih dengan menggunakan tepung bakso khusus yang didalamnya sudah  tercampur semua bahannya dan kita cukup mencampurnya saja dengan daging yang sudah digiling. Jadi tidak perlu repot menakar, yang mana cara ini cenderung lebih mudah berhasil. Bila mua mendapatkan bahan jadi seperti ini, maka sebaiknya tanyakan langsung pada jasa penggilingan biasanya kalau ia lagi tidak menjualnya, pasti tau dimana harus beli. Hanya saja, kekurangannya kalau menggunakan bahan jadi seperti ini adalah dimana kita tidak bisa berkreasi dengan resep sendiri, jadi hanya ngikut sama resep orang lain.
  3. Soda kue dimaksudkan untuk menghasilkan pori yang halus pada bagian dalam bakso ketika dibelah. Ini juga fungsinya supaya bakso bisa dengan mudah menyerap kuah kedalamnya sehingga ketika digigit akan semakin nikmat. Walu ini sepeleh tapi kalau buatnya untuk usaha maka sebaiknya tetap harus diperhatikan.
  4. Sebagian yang lain berpendapat bahwa jika ingin menghasilkan bakso yang agak renyak maka diberi tambahan daging ayam, katanya lebih bagus dengan sedikit fillet dada ayam. Kira-kira perbandinganya 1 : 4 (1 untuk daging ayamnya dan 4 adalah daging sapinya). Sedangkan bagi penjual bakso sebenarnya cara ini dilakukan bukan hanya untuk tujuan tersebut, tapi untuk mengurangi biaya produksi dan keuntungan yang didapat juga lebih 

    Cara bikinnya:

  5. Pertama potong-potong dulu dagingnya agar mudah hancur saat diblender. Kemudian barulah dimasukkan dalam blender daging yang telah disiapkan. Usahakan giling hinggga betul-betul halus.
  6. Berikutnya barulah masukkan bahan seperti bawang putih yang telah dihaluskan, putih telur, bawang goreng, garam dan sisa es batu. Lalu giling lagi hingga halus betul.
  7. Selanjutnya tambahkan tepung sagu kering dan juga soda kue / baking powder. Kemudian lanjutkan menggiling adonan bakso hingga didapatkan hasil yang berbentuk pasta dan lembut.
  8. Sekarang saatnya memasak. Caranya masak dulu air untuk merebus bakso yang telah dibentuk bulat, usahakan hingga mendidih dengan air yang agak banyak. Kalau dalam resep aslinya, setelah mendidih apinya dimatikan atau dinyalakan dengan api kecil saja. Tapi pengalaman saya malah kalau adonannya kurang sempurna bakalan menyatu, jadi saya nyalakan besar saja apinya.  Hanya saja kalau apinya dikecilkan bisa semakin baik hasilnya.
  9. Cara membentuk bakso jadi bulat : Caranya, celup dulu sendoknya di air dingin lalu ambil adonan agak banyak dan taruh di telapak tangan. Lalu, genggam adonan hingga keluar ke atas (dilubang yang terbentuk antara jadi telunjuk dan ibu jari). Kemudian tinggal ambil adonan bakso yang keluar tersebut menggunakan sendok yang juga telah dicelupkan di air es. Tinggal masukkan dalam air panas tadi. Lakukan ini hingga adonan terbentuk bulat semua, lalu biarkan dulu hingga semua bakso mengembang dan barulah dimasak dengan api besar hingga semua bakso matang sempurna sampai bagian dalamnya.
  10. Terakhir, siapkan baskom dan isi dengan air dingin. Masukkan bakso yang telah matang ke dalam baskom tersebut dan tunggu hingga dingin lalu tiriskan. Tededdddd akhirnya bakso buatan bunda sudah jadi. Gampang kan?
  11. Tips:
    • Untuk blendernya dalam resep bakso sapi ini baiknya gunakan blender daging khusus agar hasilnya lebih baik. Istilah untuk alatnya adalah FP atau Food Processor. Biasnaya bentuk baling-balingnya lebih besar dan wadahnya lebih lebar dari blender biasa.
    • Jika memilih langsung memasak bakso yang telah dibentuk dengan api besar maka setiap kali ada bakso yang sudah mengambang dipisahkan dulu di tempat lain dan setelah semua proses pembentukan dan pemasakan awal selesai maka barulah dimasak ulang hingga betul-betul matang. Hanya saja cara seperti ini kurang baik pada bentuk tekstur permukaan bakso yang mana jadinya akan terlihat kasar. Berbeda kalau pakai cara mbak Ricke yang hanya menggunakan air panas pada saat setelah adonan bakso dibentuk, karena permukaan baksonya akan terlihat halus dan lembut.
    • Membentuk bakso jadi bulat bisa juga menggunakan dua sendok yang salah satunya terisi adonan di bagian ujungnya dan satunya lagi menekan dan memisahkan adonan dari sendok. Atau kalau tidak mau repot bisa juga dengan cara dimasukkan dalam talang lebar berukuran 2 cm lalu dikukus agak lama, dan setelah jadi baru dipotong-potong kotak.
    • Kalau mau hasilnya lebih banyak maka bentuk saja menjadi bulatan kecil, selain itu, bentuknya yang kecil bisa bikin lebih mudah matang dan tidak perlu dipotong dulu ketika ingin dimakan.
    • Jika ingin bakso buatanmu tahan hingga 2-3 bulan dan tidak menjadi kering maka masukkan ke dalam freezer dengan sebelumnya di bungkus plastic atau dengan zipper bag. Atau jika ingin bertahan hanya seminggu sama maka cukup di bagian pendingin kulkas saja.
    Resep bumbu Kuah Bakso:
    Setelah tau cara membuat bakso sapi yang enak, selanjutnya uleg bahan-bahan berikut menjadi satu, dengan takaran yang disesuaikan selera, yakni bawang merah, bawang putih, sedikit gula pasir, garam, merica bubuk, dan kalau ada pala bubuk juga bisa ditambahkan. Tapi kalau mau lebih pas rasanya kamu juga bisa menambahkan bumbu bakso dalam kemasan yang banyak dijual di pasar tradisional atau minimarket.
    Dan agar kuahnya lebih enak lagi, sebaiknya masak air bersama kaki sapi dan juga tetelan daging. Karena rahasia kuah bakso yang enak yang banyak dipraktekkan banyak penjual sebenarnya bahan ini. Terkadang tulangnya dibuat agak remuk biar semakin banyak mengeluarkan aroma khasnya saat dimasak, tapi bila tidak sanggup karena keras maka langsung saja dimasak. Kamu bisa beli di pasar tradisional dan tidak masalah jika dagingnya sudah diambili karena tetap akan ada aromanya. Kalau misalnya mahal maka beli saja tetelannya dan bagian tulang yang lain.
    Selamat praktek ya cara membuat bakso sapinya, semoga resep bakso sapi, ikan dan ayam yang bunda buat berhasil dan enak dimakan.
    http://www.caraspot.com/234511-membuat-bakso-rahasia-resep-bakso-sapi-kenyal-serta-bumbu-kuahnya.html

biografi ki hajar dewantara

Biografi Ki Hajar Dewantara - Pahlawan Indonesia. Tokoh berikut ini dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa penjajahan Kolonial Belanda. Mengenai profil Ki Hajar Dewantara sendiri, beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. Beliau sendiri lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889, Hari kelahirannya kemudian diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau sendiri terlahir dari keluarga Bangsawan, ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, yang merupakan cucu dari Pakualam III. Terlahir sebagai bangsawan maka beliau berhak memperoleh pendidikan untuk para kaum bangsawan.

Mulai Bersekolah dan Menjadi Wartawan
Ia pertama kali bersekolah di ELS yaitu Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa/Belanda dan juga kaum bangsawan. Selepas dari ELS ia kemudian melanjutkan pendidikannya di STOVIA yaitu sekolah yang dibuat untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Meskipun bersekolah di STOVIA, Ki Hadjar Dewantara tidak sampai tamat sebab ia menderita sakit ketika itu.

Ki Hadjar Dewantara cenderung lebih tertarik dalam dunia jurnalistik atau tulis-menulis, hal ini dibuktikan dengan bekerja sebagai wartawan dibeberapa surat kabar pada masa itu, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Gaya penulisan Ki Hadjar Dewantara pun cenderung tajam mencerminkan semangat anti kolonial. Seperti yang ia tuliskan berikut ini dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker :
 ..Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.
Tulisan tersebut kemudian menyulut kemarahan pemerintah Kolonial Hindia Belanda kala itu yang mengakibatkan Ki Hadjar Dewantara ditangkap dan kemudian ia diasingkan ke pulau Bangka dimana pengasingannya atas permintaannya sendiri. Pengasingan itu juga mendapat protes dari rekan-rekan organisasinya yaitu Douwes Dekker dan Dr. Tjipto Mangunkusumo yang kini ketiganya dikenal sebagai 'Tiga Serangkai'. Ketiganya kemudian diasingkan di Belanda oleh pemerintah Kolonial.

Masuk Organisasi Budi Utomo
Berdirinya organisasi Budi Utomo sebagai organisasi sosial dan politik kemudian mendorong Ki Hadjar Dewantara untuk bergabung didalamnya, Di Budi Utomo ia berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat pribumi tentang pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia. Munculnya Douwes Dekker yang kemudian mengajak Ki Hadjar Dewantara untuk mendirikan organisasi yang bernama Indische Partij yang terkenal.

Di pengasingannya di Belanda kemudian Ki Hadjar Dewantara mulai bercita-bercita untuk memajukan kaumnya yaitu kaum pribumi. iaberhasil mendapatkan ijazah pendidikan yang dikenal dengan nama Europeesche Akte atau Ijazah pendidikan yang bergengsi di belanda. Ijazah inilah yang membantu beliau untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang akan ia buat di Indonesia. Di Belanda pula ia memperoleh pengaruh dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.Pada tahun 1913, Ki Hadjar Dewantara kemudian mempersunting seorang wanita keturunan bangsawan yang bernama Raden Ajeng Sutartinah yang merupakan putri paku alaman, Yogyakarta. Dari pernikahannya dengan R.A Sutartinah, Ki Hadjar Dewantara kemudian dikaruniai dua orang anak bernama Ni Sutapi Asti dan Ki Subroto Haryomataram. Selama di pengasingannya, istrinya selalu mendampingi dan membantu segala kegiatan suaminya terutama dalam hal pendidikan.

Kembali Ke Indonesia dan Mendirikan Taman Siswa
Kemudian pada tahun 1919, ia kembali ke Indonesia dan langsung bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudaranya. Pengalaman mengajar yang ia terima di sekolah tersebut kemudian digunakannya untuk membuat sebuah konsep baru mengenai metode pengajaran pada sekolah yang ia dirikan sendiri pada tanggal 3 Juli 1922, sekolah tersebut bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang kemudian kita kenal sebagai Taman Siswa.

Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, tokoh yang dikenal dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat resmi mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, hal ini ia maksudkan agar ia dapat dekat dengan rakyat pribumi ketika itu. 

Semboyan Ki Hadjar Dewantara
Ia pun juga membuat semboyan yang terkenal yang sampai sekarang dipakai dalam dunia pendidikan Indonesia yaitu :
  • Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh).
  • Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat).
  • Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan).
Penghargaan Pemerintah Kepada Ki Hadjar Dewantara
Selepas kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, Ki Hadjar Dewantara kemudian diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri pengajaran Indonesia yang kini dikenal dengan nama Menteri Pendidikan. Berkat jaa-jasanya, ia kemudian dianugerahi Doktor Kehormatan dari Universitas Gadjah Mada.Selain itu ia juga dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan juga sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden Soekarno ketika itu atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan bangsa Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menetapkan tanggal kelahiran beliau yakni tanggal 2 Mei diperingati setiap tahun sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ki Hadjar Dewantara Wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata. Wajah beliau diabadikan pemerintah kedalam uang pecahan sebesar 20.000 rupiah.http://www.biografiku.com/2009/02/biografi-ki-hajar-dewantara.html

mengenang kembali hari pendidikan

Mengenang Kembali Sejarah Hari Pendidikan Nasional di Indonesia

Sejarah Hari Pendidikan Nasional tak lepas dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di era kolonialismeSetiap tanggal 2 Mei, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional yang bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional di Indonesia. Sejarah Hari Pendidikan Nasional memang tak bisa dilepaskan dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, sang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889.  Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak dapat menyelesaikannya karena sakit. Akhirnya, Ia bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.
Selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai".
Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikanNationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.
Tiga semboyan
Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan yang selalu ia terapkan dalam sistem pendidikan. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
Arti dari semboyan tersebut adalah: Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan),
Hingga kini, semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia dan terus digunakan dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia.
Makna penting pendidikan
Dalam Peringatan Taman Siswa ke-30 Tahun, Ki Hadjar Dewantara mengatakan, “Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu ‘dipelopori’, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri.”
Maksud dari pernyataan Ki Hadjar Dewantara tersebut dengan gamblang menunjukkan apa yang seharusnya lahir dari sebuah proses pendidikan, yaitu “agar anak-anak berpikir sendiri”. Dengan begitu, mereka menjadi orisinal dalam berpikir dan bertindak. Pendidikan dianggap berhasil ketika anak mampu mengenali tantangan apa yang ada di depannya dan tahu bagaimana seharusnya mereka mengatasinya.
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/mengenang-kembali-sejarah-hari-pendidikan-nasional-di-indonesia

definisi dan sejarah perkembangan ilmu psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (PsychÄ“yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Defenisi ini membuat psikologi bergeser dari yang mempelajari jiwa ke penelitian tingkah laku. Ini dapat dilihat dari sejarah psikologi dari awal (dari masa Yunani) sampai masa sekarang.
Defenisi psikologi selalu tergeser, sehingga mempengaruhi metodologi perkembangannya disetiap waktu dan tempat. Bahkan perbedaan ini yang memunculkan aliran psikologi yang beragam. Perkembangan psikologi terakhir yang kontemporer dengan pendekaatan Indegeneous (kearifan local) maupun studi lintas budaya (Cros CulturPsychology) ataupun karakteristik individual (Positive Psychology).
Defenisi Menurut Beberapa Tokoh: 
  1. Wilhelm Wundt: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kesaradan Manusi
  2. Woodworth dan Marquis: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yang terlihat maupun yang tidak telihat meliputi aktivitas fisik, emosional, dan berpikir. 
  3. Fieldman: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental.
  4. Clifford T. Morgan: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang memeplajari perilaku manusia dan hewan.
  5. Gardner Murpgy: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya. 
  6. Kamus Psikologi (Chaplin): Psychology as a science (psikologi sebagai suatu ilmu pengetahuan) adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dan binatang; studi mengenai organisme dalam segala variasi dan kompleksitasnya, untuk bereaksi terhadap perubahan yang terus menerus dan aliran dari kejadian-kejadian fisik/ragawi dan peristiwa-peristiwa sosial yang menyusun lingkungannya.
Sejarah Psikologi
Dilihat dari sejarah, psikologi sudah berkembang sejak berabad-abad yang lalu bahkan sebelum masehi (Zaman Yunani) sampai sekarang. Ini dilihat dari sejarah bahwa psikologi yang dimaksud adalah pembahasan tentang jiwa manusia. Bahkan di dalam kitab setiap agama kita akan mendapati istilah psikologi (jiwa). Sehingga sejarah psikologi bisa dilihat dari sudut ini pula. Tetapi sekarang, kita akan membahas sejarah psikologi dengan membahas pembabakan sejarahnya sesuai dengan perkembangan ilmu zaman itu. Sebagai catatan bahwa ilmu psikologi modern tidak bias dipisahkan dengan sejarahnya di Filsafat. Sebagian ahli berpendapat bahwa psikologi berkembang dari ilmu filsafat yang memisahkan diri sebagai ilmu mandiri.
A. Masa Yunani
Pendekatan dan orientasi filsafat masa Yunani yang terarah pada eksplorasi alam, empirical observations, ditandai dengan kemajuan di bidang astronomi dan matematika, meletakkan dasar ciri natural science pada psikologi, yaitu objective, experimentation and observation, the real activity of living organism. Pertanyaan utama yang selalu berulang:
Why do we behave as we do?
Why are we able to generate reasonable explanation of some actions but not of others?
Why do we have moods?
Why do we seem to know what we know?
Efforts to find ‘the cause’.
Comte: causal explanation adalah indikator untuk perkembangan tahap intelektual bagi peradaban manusia.
Masa Pra Yunani Kuno : tahap intelektual masih primitive, yaitu theological/animism : atribusi ‘the cause’ pada dewa-dewa atau spiritual power. Contoh : Mesir
Manusia adalah pihak yang lemah. Perilaku ditentukan oleh kekuatan para spirit, maka tugas utama manusia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka dengan cara menjunjung tinggi otoritas para spirit.
Sejak zaman filsuf-filsuf besar seperti Socrates (469-399 SM) telah berkembang filsafat mental yang membahas secara jelas persoalan “jiwaraga”.
Kejayaan masa Yunani ditandai oleh pemikiran dari tiga filsuf besar: Socrates, Plato, Aristoteles; walau masih dipengaruhi pemikiran-pemikiran masa sebelumnya (masa Yunani Kuno)
B. Masa Abad Pertengahan
Masa abad pertengahan yang dimaksud adalah menurut pembabakan di bawah ini:
a. Akhir Hellenistic
Pendekatan natural science dari Aristoteles disebarkan oleh muridnya, Alexander the Great melalui ekspansi militer sampai ke daerah Timur. Bersamaan dengan itu mulai juga masuk pandangan belahan dunia Timur ke Barat, terutama Persia, India, dan Mesir. Dengan runtuhnya kekuasaan Alexander the Great, pengaruh timur ini semakin kuat, ditandai dengan menguatnya pandangan spiritualitas menggantikan naturalisme.
b. Masa Romawi
Konteks sosial :
  • Pemerintahan kekaisaran romawi yang mendunia dengan tertib administrasi kependudukan yang kuat serta jaminan akan ketentraman sosial. 
  • Pemikiran tentang manusia dan alam menjadi lebih pragmatis, spesifik dan spesialis. Bangsa Romawi lebih tertarik pada ilmu pengetahuan yang teknikal dan aplikatif, seluruhnya diarahkan untuk memperkuat dominasi kekaisaran Romawi. 
  • Ide-ide dan pemikiran tentang manusia berkembang subur, bahkan juga ide-ide ketuhanan
Pengaruh bagi perkembangan pemikiran tentang manusia:
  • Filsafat yang berkembang memiliki konteks yang lebih terbatas dan spesifik, serta tampak dalam bentuk yang nyata, misalnya ritual religi masyarakat Romawi. 
  • Fokus yang dibicarakan:
a) dikotomi aktif-pasif, apakah jiwa (yang menggambarkan manusia) adalah unsur yang aktif dan mandiri terhadap lingkungan ataukah unsur yang pasif dan hanya bisa memberi reaksi.
b) dikotomi passion – reason
c) manusia dipandang sebagai makhluk yang kehidupannya didorong oleh usaha untuk mencari cara ‘menguasai’ keinginan fisik melalui penolakan dunia materiil dan mencari kebenaran dalam alam dan Tuhan (Neoplatonism)
  • Pengaruh pada pemikiran tentang. nilai moral. 
  • Pemikiran pada masa Romawi memberi jalan bagi berkembangnya kekristenan.
c. Pengaruh Kristen
Konteks sosial :
  • masa penyebaran agama Kristen dengan tokoh Yesus sebagai perwujudan "manusia sempurna" beserta perilakunya yang harus jadi teladan. 
  • paham Tritunggal yang mengandaikan x=3x 
  • gereja dan para ulamanya berperan penting dalam masyarakat 
  • peran gereja menjadi dominan dalam perkembangan intelektualitas di masyarakat, banyak cendekiawan berlatar belakang ulama. 
  • secara gradual, gereja menjadi penentu nilai di masyarakat dan berhak melakukan sensor atas tulisan atau ide yang muncul. Gereja juga adalah penyelenggara pendidikan moral. Peran gereja dirasakan kurang memuaskan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, maka muncul universitas-universitas di Eropa yang menawarkan kebebasan berpikir secara lebih luas. Terjadi pertentangan antara gereja dan masyarakat.
Pengaruh pada pandangan mengenai manusia :
  • Manusia bukan hanya physical being, tetapi juga spiritual entity. Aspek spiritual tidak diatur oleh hukum alam. Jiwa manusia (soul) ada pada dunia yang tidak nyata (intangible), tidak dapat dibuktikan dengan mata, dan eksistensinya hanya dapat dibuktikan lewat percaya (iman). 
  • Menempatkan ide Plato dalam konteks kekristenan 
  • Usaha untuk menjelaskan hubungan antara body and soul sebagai suatu dualisme, bukan sst yang harus dipertentangkan, body dan soul masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
Beberapa Tokoh abad Ini:
1) St. Agustinus
  • Filsuf pertama pada masa Kekristenan. 
  • Tuhan adalah kebenaran yang menciptakan manusia, bumi dan surga. Jiwa manusia adalah image dari Tuhan. 
  • Pentingnya eksplorasi spiritualitas sebagai usaha manusia untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Faktor materiil tidak penting, rationalitas juga tidak terlalu dapat dipercaya. Maka pandangannya betul-betul merupakan kebalikan dari pandangan natural science yang empiris dan objektif. Hanya melalui transendensi manusia dapat sedekat mungkin dengan Tuhan dan berarti juga sedekat mungkin dengan kebenaran. 
  • Sumbangan bagi psikologi : metode introspective. Teknik utama manusia untuk melakukan transendensi.
Dalam psikologi modern teknik ini digunakan oleh beberapa aliran besar seperti strukturalisme (teknik utama untuk menggali jiwa manusia), gestalt, dan psikoanalisa.
2) Thomas Aquinas
  • Mentransformasikan pandangan Aristoteles ke dalam konsep-konsep kekristenan. Apa yang dikenal sebagai reason oleh Aristoteles diterjemahkan sebagai soul oleh Aquinas. Maka soul adalah sesuatu yang vital bagi manusia, tujuan utamanya adalah memahami dunia, hal yang tidak dapat dilakukan oleh fisik manusia semata. 
  • Namun demikian, banyak act dari soul yang membutuhkan tubuh fisik manusia sebagai kekuatan yang dapat mewujudkannya. 
  • Sumbangan bagi science/psikologi modern: Pengubahan mutlak dari Aristoteles’ natural science dan Pengembangan dualisme
Sepanjang masa ini, perdebatan mengenai manusia bergeser dari topik kehidupan yang luas, hubungan antara manusia dengan lingkungannya /alam, ke arah pemahaman tentang kehidupan secara lebih spesifik, yaitu hubungan antara aspek-aspek di dalam diri manusia itu sendiri. Menunjukkan semakin mendalamnya perhatian dan concern awal mengenai manusia itu sendiri. Meskipun demikian, pengaruh kuat gereja menyebabkan pemikiran tentang manusia tidak bebas, dan otoritas ketuhanan tetap dijunjung sebagai otoritas tertinggi
C. Masa Renaissans
Konteks sosial dan intelektual
Masa ini merupakan merupakan reaksi terhadap masa sebelumnya, dimana pengetahuan bersifat doktrinal di bawah pengaruh gereja dan lebih didasarkan pada iman. Reaksi ini sedemikian kuat sehingga dapat dikatakan peran nalar menggantikan peran iman, ilmu pengetahuan menggantikan tempat agama dan iman di masyarakat. Semangat pencerahan semakin tampak nyata dalam perkembangan science dan filsafat melalui menguatnya peran nalar (reason) dalam segala bidang, dikenal sebagai the age of reason.Akal budi manusia dinilai sangat tinggi dan digunakan untuk membentuk pengetahuan.
Masa Rennaissance ditandai dengan bergesernya fokus pemahaman dari God-centeredness menjadi human-centerednes, dikenal dengan istilah sekularisasi atau humanity. Tulisan-tulisan filsuf terkenal seperti Plato, Aristoteles dan lain-lain dikaji untuk melihat bagaimana pola pikir penulisnya dan konteks histories waktu tulisan itu dibuat. Maka yang dicari adalah human truth dan bukan God truth. Kesimpulan akhirnya adalah penerimaan bahwa kebenaran memiliki lebih dari satu perspektif.
D. Masa Pasca Renaisans dan Revolusi Ilmiah
Konteks sosial dan intelektual
Ada beberapa pandangan penting tentang manusia pada masa ini:
Pola pikir yang lebih mekanistik dalam memandang alam dan manusia. Itu berarti alam memiliki sistem, dapat diramalkan, dan tidak tunduk pada hukum-hukum spritual belaka. Manusia juga memiliki reason, kemampuan untuk berpikir logis dan dengan demikian tidak tunduk total kepada hukum spiritual dan kesetiaan semata.
Penganjur :
  • Teori Newton tentang gravitasi 
  • Heliosentris Copernicus (bertentangan dg Galileo) 
  • Mind-body solution dari Descartes
Nature philosophy : alam diatur menurut hukum yang pasti, empirik dan dapat dibuktikan lewat eksperimen. Memahami alam harus diikuti sikap mental pengujian fakta obyektif dan eksperimental.
Implikasinya adalah munculnya diskusi tentang. ‘knowledge’ yang menyebabkan perkembangan ilmu dan metode ilmiah yang maju dengan pesat. Penekanan pada fakta-fakta yang nyata daripada pemikiran yang abstrak. Ilmu-ilmu eksakta yang menggunakan pendekatan empiri menjadi semakin dominan, sesuatu yang sampai sekarang juga masih dapat dirasakan pengaruhnya. Pada masa ini ilmu fisikalah yang dikenal sebagai ‘the queen of science’, dengan munculnya fisikawan besar seperti Newton.
Rene Descartes (1596-1650) mengemukakan bahwa manusia memiliki dimensi jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan.
Ada 3 aliran yang berkembang (Dibawah Pengaruh Faal):
1. Fisiologis:
Kemajuan-kemajuan di bidang fisiologis, meliputi riset-riset di bidang aktivitas syaraf , sensasi, dan otak yang memberi dasar empiris bagi fungsi-fungsi yang sebelumnya dianggap fungsi dari soul (jiwa), yang juga sebelumnya dianggap sangat abstrak.

Tokoh-tokoh penting :
 
  • Charles Bell-Francoise Magendie : fakta bahwa syaraf sensoris dan motorik beroperasi secara terpisah dan searah. Mengikis anggapan bahwa syaraf manusia mencover keduanya, mengkomunikasikan informasi motorik kepada urat syaraf melalui ‘getaran’ yang diperoleh dari informasi sensoris. 
  • Johannes Mueller : lebih menekankan pada proses transmisi syaraf. Doctrine of Specific Nerve Energies : transmisi syaraf adalah proses yang menjembatani antara sensed object dengan mind. Maka awareness manusia, bukan semata-mata disebabkan oleh objek tertentu, juga bukan karena jiwa, tapi diperantarai oleh proses transmisi syaraf. Pandangan ini melengkapi penjelasan ttg peran mind dan consciousness (cogito ergo sum) dan menjadi dasar bagi penelitian mengenai lokasi spesifik dari fungsi tertentu di otak. 
  • Marshall Hall : refleks dikomandoi oleh syaraf tulang belakang (spinal cord) dan bukan syaraf batang otak. Mendiferensiasikan gerakan tubuh ke dalam 4 kelompok : voluntary movement, respiratory movement, involuntary movement, dan refleks. Pandangannya ini memicu diskusi mengenai kesadaran yang sangat relevan bagi perkembangan psikologi. 
  • Paul Broca (1824 – 1880), menemukan pusat Broca yang mengendalikan aktivitas bicara. Ia merupakan tokoh penting dalam studi fisiologis otak. Studi ini berkembang dari phrenology (Gall & Spurzheim), satu-satunya pendekatan yang waktu itu berfokus pada otak . Fokus utama dari eksplorasi fisiologis otak adalah untuk menemukan lokasi fisiologis dari bagian-bagian mental, bagian tertentu dari otak yang merupakan central dari aktivitas mental manusia. 
  • Pierre Flourens (1794-1867), mencoba pendekatan dengan bukti non-pathological (melengkapi Broca), menemukan pusat-pusat penting dari otak yaitu:
  1. Cerebral hemisphere : willing, judging, memory, seeing, and hearing
  2. Cerebellum : motor coordination 
  3. Medulla oblongata: mediation of sensory and motor function 
  4. Corpora quadrigemina : vision 
  5. Spinal cord : conduction 
  6. Nerves : excitation
  • Para ahli yang bersibuk diri dengan studi fisiologis dari sensasi, berusaha menguraikan anatomi dari reseptor indrawi dan menganalisis pengalaman psikologis yang dihasilkan berdasarkan proses fisiologisnya. Tokoh : Thomas Young (1773-1829) : trichromatic theory, Jan Purkinje (1787-1869) : hubungan sistematis antara struktur mata dan syaraf ke otak untuk menjelaskan perceptual error.
2. Psikofisiologis
Psychophysics, adalah bagian dari disiplin ilmu fisiologi yang memfokuskan pada subjective experience dalam mempelajari hubungan antara stimulus fisik dan sensasinya. Sensasi yang dirasakan oleh pancaindera manusia dipandang sebagai refleksi hubungan soul-body dan tidak semata-mata dijelaskan dari sudut anatomi atau fisik saja. Psychophysics merupakan tahap transisi yang krusial antara bidang fisiologis dengan awal pemunculan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu. Oleh karena itu para tokoh psychophysics dapat dianggap sebagai tokoh pendiri psikologi.
Tokoh-tokoh penting :
a) Gustav Theodor Fechner : hubungan antara sensasi dan persepsi, menganggap psikofisik sebagai sebuah ilmu eksak untuk menjelaskan hubungan antara body and mind. Ia tidak setuju dengan materialism, yaitu bahwa mind harus selalu diwujudkan dalam bentuk nyata baru bisa diteliti, sebaliknya ia berpegang pada tradisi pemikiran Jerman dimana mind diangagp sebagai sesuatu yang aktif dan memiliki struktur secara mandiri. Ia mengajukan ilmu empiris tentang mind dimana meningkatnya bodily and sensory stimulations dianggap sebagai indicator atau measurement untuk intensitas pengalaman mental.
Konsep utama : ambang atau threshold. (absolute threshold, just noticeable threshold).
b) Hermann von Helmholtz (1821-1894)Seorang pelopor psikologi eksperimen, banyak menggunakan waktu reaksi dalam penelitiannya, merupakan sesuatu yang masih banyak digunakan dalam psi eksperimen sampai sekarang.
Konsepnya : unconscious inference : penyimpulan hasil persepsi manusia diperoleh berdasarkan proses yang berulang sehingga akhirnya menjadi sesuatu yang tidak disadari,‘irresisitible’, sekali terbentuk sulit secara sadar untuk dimodifikasi, dan digeneralisasikepada stimulus yang mirip di lingkungan. Konsep penting lain : unbewusster schluss
Para tokoh psychophysics menunjukkan area studi yang tidak dengan mudah diakomodasi dalam ilmu fisika, fisiologis, atau filosofi. Area studi inilah yang berkembang menjadi obyek studi psikologi.
3. Evolusi
Evolusi, yang dikemukakan oleh Charles Darwin (1809-1882) merupakan titik penting dalam pemikiran mengenai manusia karena mengajukan ide bahwa keberadaan manusia merupakan bagian dari proses adaptasi makhluk hidup dengan alam, manusia bukan secara spesial diciptakan dan dengan demikian perbedaannya dengan makhluk lain hanya bersifat gradual, bukan kualitas. Pandangan ini penting dan relevan sekali bagi perkembangan psikologi, terutama memberikan ide mengenai individual difference, perbedaan antar individu juga sifatnya hanya gradual, bukan kualitas.
Tokoh penting :
Francis Galton (1822 – 1911) : dikenal sebagai bapak psikologi eksperimental Inggris. Menampilkan aspek praktikal dan kegunaan dari teori evolusi Darwin, mentransfer teori Darwin dari konteks biologis ke dalam konteks perbaikan dalam masyarakat.
Perkembangan dalam dunia psikiatri
Sumbangan dari dunia psikiatri terutama pada eksplorasi gejala-gejala patologis kejiwaan dan pengayaan dalam bidang metodologi. Bidang ini terutama terkait dengan psikologi klinis.
Tokoh :
  1. Kraepelin : penggolongan psikosis, determinan fisiologis dari kelainan jiwa, penyusunan tes psikologis untuk penderita kelainan jiwa. 
  2. Kretschmer: hubungan bentuk tubuh dan kelainan kejiwaan, dan tipologi bawaan
E. Psikologi sebagai ilmu yang mandiri (Akhir Abad Ke-19)
Konteks sosial dan intelektual
  • Pada akhir abad 19, dengan perkembangan natural science dan metode ilmiah secara mapan sebagaimana diuraikan di bagian sebelumnya, konteks intelektual Eropa sudah ‘siap’ untuk menerima psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri dan formal. 
  • Tanah kelahiran psikologi adalah Jerman. Oleh karenanya munculnya psikologi tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial Jerman dan orientasi intelektual Wilhelm Wundt, orang pertama yang memproklamirkan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu.
1. Konteks sosial Jerman
  • Konteks ilmiah Jerman pada abad 19 ditandai dengan mulai berdirinya institusi universitas dengan misinya untuk membentuk manusia berkualitas (berbudaya dan memiliki integritas) dan penyedia tenaga kerja yang professional. 
  • Ilmu psikologi didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang menyumbang pada pembentukanBildungsburger, culturally educated citizens. Maka psikologi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai kualitas manusia ideal Jerman. Sebagai sebuah ilmu yang hubungannya paling dekat dan paling langsung dengan manusia, psikologi berada di antara dua kepentingan : hubungannya dengan ilmu-ilmu yang kongkrit dan aplikatif dan hubungannya dengan ilmu-ilmu kemanusiaan seperti filasafat, teologi. 
  • Wundt sendiri menganggap psikologi sebagai bagian dari filsafat. Namun dengan berkembangnya karir pribadinya, ia mulai menentukan batas-batas yang dapat dilakukan psi. sebagai sebuah ilmu alam, khususnya psikologi eksperimen. Dasar berpikir Wundt tentang psikologi menunjukkan bagaimana posisi psikologi dalam dua kepentingan itu sendiri. Baginya kesadaran manusia (consciousness) terdiri dari elemen-elemen. Namun elemen ini tergabung dalam kesatuan yang lebih besar melalui human will.
2. Riwayat dan pemikiran Wundt.
Wilhelm Wundt (1832-1920) dilahirkan di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual. Ia menamatkan studi kesarjanaannya dan memperoleh gelar doktor di bidang kedokteran dan tertarik pada riset-riset fisiologis. Ia melakukan penelitian di bidang psikofisik bersama-sama dengan Johannes Mueller an Hermann von Helmholtz. Karya utamanya pada masa-masa ini adalah Grundzuege der Physiologischen Psychologie (Principles of physiological psychology) pada tahun 1873-1874.
Wundt memperoleh posisi sebagai professor dan mengajar di Universitas Leipzig dimana ia mendirikan Psychological Institute. Laboratorium psikologi didirikan pada tahun 1879, menandai berdirinya psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu ilmiah. Di awal berdirinya laboratorium ini, Wundt membiayainya dari kantongnya sendiri sebagai sebuah usaha privat. Setelah tahun 1885, lab ini baru diakui oleh universitas dan secara resmi didanai oleh universitas. Laboratorium ini berkembang dengan pesat sebelum akhirnya gedungnya hancur dalam PD2.
Selama di Leipzing, Wundt adalah seorang pengajar yang sangat produktif, membimbing 200 mahasiswa disertasi, mengajar lebih dari 24.000 mahasisiwa, serta menulis secara teratur.Pada tahun 1900 ia memulai karya besarnya, Voelkerpsychologie, yang baru diakhirinya pada tahun 1920, tahun dimana ia wafat. Karya ini berisi pemikirannya tentang sisi lain dari psikologi, yaitu mempelajari individu dalam society, tidak hanya inidvidu dalam laboratorium. Karya ini dapat dikatakan sebagai jejak pertama Psikologi Sosial.
Pemikiran Wundt terbagi atas beberapa point penting:
  • Adanya ‘an alliance between two science’, yaitu fisiologi dan psikologi. Fisiologi adalah ilmu yang menginformasikan fenomena kehidupan sebagaimana yang kita persepsikan melalui penginderaan eksternal sedangkan psikologi adlaah yang memungkinkan manusia melihat ke dalam dirinya dari sisi internal dirinya sendiri. Terkait dengan ikatan kedua cabang ilmu ini, ada beberapa pemikiran penting:
  1. Secara metodologi aliansi ini berarti apparatus dan teknik pengukuran yang ada di bidang fisiologi diaplikasikan kepada bidang psikologis, misalnya dengan waktu reaksi. Berdasarkan hal inilah, Wundt menamakan cabang ilmu baru yang ditemukannya ini sebagai psikologi eksperimental. Bagi Wundt metode eksperimen lebih ‘layak’ digunakan untk eksplorasi mind daripada yang biasa digunakan, yaitu ‘introspection’. Sebenarnya secara tradisional, Wundt bergantung pada observasi introspektiv dari alam sekitar dan dunia, dimana dipisahkan antara usaha untuk mengidentifikasi elemen-elemn mental dan mengidentifikasi proses mental yang mengintegrasikan elemen-elemen tersebut ke dalam pengalaman atau obyek yang koheren. 
  2. Dengan aliansi ini psikologi menjadi lebih terbantu untuk menghadapi tantangan dunia natural science. Ilmu psikologi yang secara tradisional mempelajari soul (jiwa), kini mendapat justifikasinya selama elemen soul tsb di jabarkan ke dalam elemen fisiologis terkecil, misalnya susunan system syaraf. Maka dimungkinkan juga terjadinya reduksionism operasi mental ke dalam operasi neurologis. 
  3. Melalui aliansi dengan ilmu yang lebih mapan kedudukannya seperti ilmu fisiologis, psikologi lebih mudah diterima dalam khasanah ilmu pengetahuan sebagai sebuah ilmu yang mandiri
  • Pandangan tentang psikologi sebagai ilmu dan metodenya. 
  • Pemahaman Wundt tentang psikologi relatif konstan, yaitu “..as the study of the mind and the search for the laws that govern it..” (Leahey, 2000 : 253). Namun demikian, pandangannya mengenai metode paling tepat untuk menggali mind dan ruang lingkup mind itu sendiri berubah sejalan dengan perkembangan kematangan intelektualitasnya.
Pada awalnya, Wundt menggolongkan bahwa mind mencakup proses-proses ketidaksadaran / unconciousness (sebagai karakteristik dari soul). Metode eksperimen adalah jalan untuk membawa penelitian tentang mind dari level kesadaran (consciousness) kepada proses-proses yang tidak sadar. Dengan kata lain, metode eksperimen adalah cara untuk membawa mind ke dalam batas-batas ruang lingkup natural science yang obyektif dan empiris.Dalam perkembangannya, Wundt mengakui bahwa metode eksperimental dalam psikologi fisiologi sangat kuat untuk menggali elemen-elemen soul yang mendasar (misalnya persepsi, emosi, dll). Namun di atas fenomena-fenomena mendasar ini masih ada proses-proses mental yang lebih tinggi (higher mental process) yang mengintegrasikan fenomena dasar tsb. Higher mental process ini muncul dalam bentuk kreativitas mental dan menjadi kekuatan sebuah peradaban dan bersifat abadi, yaitu : bahasa, mitos, custom, budaya. Pada tahap ini Wundt membatasi fungsi soul hanya pada tahap kesadaran. Proses-proses ketidaksadaran tidak lagi menjadi fokus dari ‘study of the mind’.
Research Method for Psychology, adalah fokus pemikiran Wundt selanjutnya. Idenya tentang metode juga berkembang sejalan dengan kematangan proses intelektualnya.
Metode yang pertama kali dianjurkan Wundt sebagai strategi ilmiah untuk eksplorasi psikologis adalah eksperimental self-observation/introspection, pengembangan dari metode perenungan (armchair subjective introspection) yang sering dipakai dalam filsafat. Metode ini dilakukan oleh Wundt dg cara sangat terkontrol sehinga dapat direplikasi. Metode ini dilakukan di bawah pengawasan ketat dari seorang eksperimenter yang terlatih. Subyek dimasukkan ke dalam situasi lab yang terkontrol dan diminta melaporkan secara sistematis pengalaman yang dihasilkan dari situasi tersebut. Eksperimenter mencatat hasil ini secara mendetil.
Metode eksperimental introspection di atas sangat diutamakan oleh Wundt dalam penelitian-penelitiannya pada masa ia memahami mind sbagai studi yang mencakup unconsciousness. Metode ini dianggap lebih unggul daripada introspeksi yang tradisional (armchair introspection) karena lebih mampu menjangkau tahap unconsciousness daripada yang terakhir.Selain eksperimental introspection, Wundt menemukan metode lain, yaitucomparative-psychological dan historical-psychological. Metode eksperimental introspection hanya bermanfaat pada subyek dewasa yang normal. Untuk anak-anak, binatang, dan individu dengan gangguan kejiwaaan dilakukan comparative-psychological guna melihat perbedaan mental mereka. Sedangkan historical-psychological adalah metode untuk melihat perbedaan mental individu dari ras dan kebangsaan yang berbeda. Sebagai seorang yang dipengaruhi pemikiran Darwin, Wundt percaya bahwa perkembangan psikologis individu dapat dipelajari dengan cara melihat sejarah perkembangan manusia itu sendiri. Pada saat pandangan Wundt tentang mind terfokus pada level kesadaran, metode introspection mulai dibatasi penggunaannya, dan Wundt beralih pada metode eksperimen laboratorium modern, dimana yang dipentingkan adalah kemungkinan duplikasi yang eksak.
Fokus studi Wundt dapat dilihat melalui dua karya besarnya, Principles of Physiological Psychology dan Voelkerpsychologie.
Principles of Physiological Psychology, dalam karyanya ini Wundt memfokuskan pada hasil-hasil eksperimennya tentang ingatan, emosi, dan abnormalitas kesadaran.
Hasil eksperimen tentang ingatan akan simple ideas menghasilkan jumlah ide sederhana yang dapat disimpan dalam ingatan manusia (mind), fakta bahwa ide yang bermakna akan lebih diingat daripada yang muncul secara random, serta karakteristik dari kesadaran manusia yang bersifat selektif. Konsep penting yang muncul adalah apperception, suatu bentuk operasi mental yang mensintesakan elemen mental menjadi satu kesatuan utuh, juga berpengaruh dalam proses mental tinggi seperti analisis dan judgement. Studi Wundt tentang emosi dan feelings menghasilkan pembagian kutub-kutub emosi ke dalam tiga dimensi :
Pleasant vs unpleasant
High vs low arousal
Concentrated vs relaxed attention
Teori ini dikenal sebagai the three dimensional theory namun bersifat kontroversial.Ide tentang abnormalitas kesadaran dari Wundt dibangun melalui diskusi-disksui dengan para psikiater terkenal masa itu, Kretschmer dan Kraepelin. Ide Wundt tentang schizoprenic adalah hilangnya kontrol appersepsi dan kontrol dalam proses atensi. Akibatnya proses berpikir hanya bersifat rangkaian asosiasi ide yang tidak terkontrol.
Voelkerpsychologie, adalah karyanya yang berfokus pada metode historical psychological. Mind individu adalah hasil dari sebuah perkembangan species yang panjang. Maka usaha untuk memahami perkembangan mind harus dilakukan dengan cara menjajagi perkembangan sejarah peradaban manusia. Sejarah adalah cara untuk sampai pada psikologi manusia secara intuitif.
Dalam eksplorasi sejarah perkembangan ini, Wundt sampai pada kajian yang detil dan sistematis tentang perkembangan bahasa manusia. Hasil kajian ini dianggap sebagai prestasi besar dalam dunia psikologi dan meletakkan dasar bagi bidang psikolinguistik. Wundt memandang bahasa dalam dua seginya, dari aspek linguistik dan aspek kognitif. Bahasa menggambarkan bagaiamana proses kognitif berjalan dan menggambarkan juga tingkat abstraksi individu.
Jasa utama Wundt dalam bidang psikologi adalah usahanya untuk memperjuangkan diterimanya psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri. Ide-ide Wundt sendiri tidak bertahan lama dan bahkan murid-muridnya tidak banyak mempopulerkan pemikirannya. Dalam konteks perkembangan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu,Wundt lebih tepat dianggap sebagai seorang figur transisi yang menjembatani aspek filosofis dari psikologi di masa lalu dengan ciri terapan dan natural science dari psikologi di masa depan. Para murid Wundt juga lebih tertarik untuk mengembangkan psikologi ke dua arah tsb : natural science dan applied science.
3. Strukturalisme: E.B. Titchener
E.B. Titchener adalah salah satu murid Wundt yang dianggap paling mendukung pandangan Wundt, meskipun sebenarnya banyak pandangan Wundt yang ditentangnya, dan akhirnya dia mengembangkan alirannya sendiri, structural psychology.
Titchener berkebangsaan Inggris. Ia belajar di Oxford dalam bidang filsafat sebelumnya beralih ke fisiologi. Berdasarkan pengalamannya menterjemahkan buku Wundt ke dalam bahasa Inggris, Titchener tertarik pada ajaran Wundt dan pindah ke Leipzig untuk menjadi murid Wundt. Setelah menempuh pendidikan di bawah Wundt dan sempat mengajar sebentar di Inggris, Wundt pindah ke Amerika, mengajar di Cornell University hingga akhir hayatnya di tahun 1927. Selama masa tinggalnya di Amerika ini structural psychology yang dijalaninya menemukan tantangan pada aliran Psikologi lainnya yang khas Amerika, seperti fungsionalisme dan behaviorisme. Namun Titchener tidak terpengaruh kepada dua aliran besar tsb dan tetap berpegang pada strukturalisme hingga akhir hayatnya.
Aliran strukturalisme mendasarkan diri pada konsep utama Titchener, yaitu sensation.Konsep utama ini membawanya kepada pertentangan dengan Wundt dan konsep apperceptionnya. Berbeda dengan apperception yang merupakan hasil kesimpulan, sehingga masih memungkinkan subyektivitas, sensation adalah hasil pengalaman langsung, sehingga lebih obyektif. Lagipula proses atensi yang menjadi fungsi apperception selalu dapat dikembalikan kepda sensasi menurut Titchener.
Tiga pemikiran utama strukturalisme Titchener:
  1. Identifikasi elemen sensation yang mendasar. Semua proses mental yang kompleks dapat direduksi ke dalam elemen mendasar ini. Sebagai contoh, Titchener menemukan 30.500 elemen visual, empat elemen pengecap, dsb. Titchener menggunakan metode experimental introspection untuk menggali elemen sensasi dasar ini, metode yang dipelajarinya dari Wundt. Namun di tangan Titchener, metode ini lebih elaboratif, karena sifatnya tidak hanya deskriptif tetapi juga analisis yang retrospektif. 
  2. Identifikasi bagaimana elemen dasar sensasi ini saling berhubungan untuk membentuk persepsi, ide dan image yang kompleks. Hubungan ini bersifat dinamis dan selalu berubah sesuai dengan berubahnya elemen dasar, jadi bukan proses asosiasi. 
  3. Menjelaskan bekerjanya mind. Titchener tidak setuju bahwa mind dijelaskan melalui proses psikologis (higher mental process) seperti yang dilakukan Wundt. Mind harus dijelaskan berdasarkan proses fisiologis, yaitu aktivitas sistem syaraf. Karena proses fisiologis lebih observable daripada proses psikologis.
Aliran strukturalisme tidak berkembang menjadi aliran yang besar. Aliran ini menghilang bersamaan dengan wafatnya Titchener.
F. Wajah Psikologi Memasuki Abad ke-20
Memasuki abad ke-20, psikologi berkembang dalam berbagai school of thought. Kalau Wundt meletakkan dasar bagi psikologi dengan pandangan strukturalisme, maka selanjutnya berbagai aliran utama yang muncul adalah sebagai berikut.
  • Fungsionalisme 
  • Behaviorisme 
  • Psikoanalisa 
  • Psikologi Gestalt 
  • Psikologi Humanistik
(Penjelasan lengkapnya akan dijelaskan tersendiri mengenai perkembangan aliran-aliran dalam psikologi di atas).
Sejarah Perkembangan Psikologi di Indonesia
Di Indonesia perkembangan psikologi dimulai pada tahun 1953 yang dipelopori oleh Slamet Iman Santoso dengan mendirikan lembaga pendidikan psikologi pertama yang mandiri dan pada tahun 1960 lembaga tersebut sejajar dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Indonesia dan kemudian dikembangkan di UNPAD dan UGM. Hingga sekarang, di seluruh Indonesia sudah berdiri puluhan Fakultas psikologi diberbagai universitas yang tersebar baik negeri maupun swasta. Satu keunikan dari Fakultas psikologi yang berkembang di Indoensia adalah tidak adanya jurusan seperti Fakultas-fakultas lain (jika psikologi berdiri sendiri sebagai Fakultas).
Walaupun memiliki sejarah yang jauh lebih pendek daripada keberadaan psikologi di negara-negara barat, namun kebutuhan akan adanya psikologi di indonesia sama besar dengan negara-negara barat lainnya. Sebagai negara berkembang, psikologi di indonesia di butuhkan dalam bidang kesehatan, bisnis, pendidikan, politik, permasalahan sosial dan lain-lain.
seperti psikologi di barat yang memiliki sejarah yang rumit, begitu pula psikologi di indonesia. Tetapi psikologi di barat tidak selalu dapat di terapkan di indonesia, bahkan psikologi yang ada di indonesia belum tentu dapat berlaku pada etnik lainnya, misalnya standar IQ dari Wescsler-Bellevue yang berlaku di negara-nagara barat tidak berlaku umum di indonesia. Lebih lanjut lagi, standar yang berlaku bagi golongan etnik atau kelas sosial tertentu di indonesia belum tentu berlaku bagi golongan atau etnik lainnya.
Selain berbagai masalah di atas, indonesia juga menghadapi yang di hadapi oleh psikologi di barat. Asal-usul yang sangat luas, definisi yang bervariasi, teori dan metodologi yang saling bertentangan dan aplikasi yang sangat luas dan beragam adalah masalah-masalah yang juga di hadapi oleh para psikologi di indonesia, guru besar, staf pengajar, dan praktisi yang berbeda menggunakan pendekan, teori, dan metodologi yang berbeda pula dalam melihat dalam suatu masalah yang sama. Hal ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat awam di mana masyarakat di indonesia belum dapat menerima psikologi sebagai suatu yang “umum”, yang dapat melihat suatu dari barbagai sudut pandang seperti halnya di negara-nagara barat, masyarakat di nindonesia masih cenderung mengharapkan psikologi sebagai suatu ilmu yang pasti yang dapat memberikan jawaban dan penyeleseian yang pasti bagi penyeleseian masalah seperti misalnya, ilmu kedokteran.
Belakangan ini kemajuan psikologi semakin pesat, ini terbukti dengan bermunculannya tokoh-tokoh baru, misalnya BF Skinner (pendekatan behavioristik), Maslow (teori aktualisasi diri) Roger Wolcott (teori belahan otak), Albert Bandura (social learning teory), Daniel Goleman (kecerdasan emosi), Howard Gadner (multiple intelligences) dan sebagainya. Dan perkembangan psikologi sekarang menuju psikologi yang kontemporer sesuai dengan perkembangan zaman, muncul teori-teori baru dan aliran-aliran baru seperti Psikologi Lintas Budaya (cross cultur psychology), Indegeneous Psychology (Psikologi Indgeneus), dan Psikologi Positif (Positive Psychology).
 
Referensi:
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Press
Chaplin, J.P. 2008. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo
Brennan, J.F. (1991). History and Systems of Psychology. New Jersey : Prentice Hall Inc.
Lundin, (1991). Theories and Systems of Psychology. 4 rd Ed. Toronto: D.C. Heath and Company.